C2H6's blog

bukan blog pelajaran kimia !!!!!!!

Erupsi Gunung Merapi

Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Kota Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan. Kini Merapi termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
De Boer dan Sanders (2002) dalam buku Volcanoes in Human History, menyebutkan bahwa hingga saat ini Merapi merupakan gunungapi paling aktif di dunia. Sejarah mencatat bahwa Merapi memang memiliki frekuensi erupsi paling sering jika dibandingkan dengan gunungapi aktif yang lain di dunia.
Sejarah geologis
Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.
Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.
Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.
Menurut Badan Geologi, hingga tahun 2006 Merapi diperkirakan sudah mengalami erupsi besar yang tercatat sebanyak 83 kali. Rata-rata selang waktu erupsi Merapi periode pendek terjadi antara 2 hingga 5 tahun, sedangkan selang waktu erupsi periode menengah terjadi setiap 5 hingga 7 tahun. Namun demikian, Merapi juga pernah mengalami masa istirahat panjang selama lebih dari 30 tahun terutama pada masa awal pembentukannya. Memasuki abad 16 kegiatan Merapi mulai tercatat cukup baik. Pada masa ini terlihat waktu istirahat terpanjang Merapi pernah dicapai selama 71 tahun ketika jeda antara tahun 1587 sampai dengan tahun 1658.
Pengaruh Letak Jalur Lempeng
Jika kita perhatikan peta tektonik ternyata jalur tunjaman lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Pulau Jawa, sehingga sebaran episentrum gempabumi banyak terdapat di Daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Di zona ini dalam kerangka tektonik, selain terdapat jalur tunjaman Palung Jawa juga terdapat sebaran sesar-sesar lokal, seperti Sesar Opak, Sesar Progo, Sesar Dengkeng, Sesar Oya dan masih banyak lagi sistem sesar yang belum dikenali.
Dengan kondisi tataan tektonik yang begitu kompleks, Daerah Yogyakarta dan sekitarnya telah menjadi salah satu kawasan seismik aktif dengan tingkat frekuensi kegempaan yang sangat tinggi di Indonesia. Daerah Yogyakarta disamping sangat rawan gempabumi akibat aktivitas tumbukan lempeng di Samudera Indonesia juga sangat rawan gempabumi akibat aktivitas sesar-sesar aktif di daratan. Di zona seismik aktif dan kompleks inilah Gunungapi Merapi tumbuh dan berkembang menjadi gunungapi yang sangat aktif.
Tingginya tingkat aktivitas gempabumi tektonik di sekitar Merapi tercermin dari frekuensi gempabumi kuat yang seringkali mengguncang Daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Sebagai gambaran tingginya aktivitas seismik, dalam rentang waktu hanya 3 bulan sebelum erupsi saat ini, telah tercatat  6 kali peristiwa gempabumi tektonik yaitu Gempabumi Yogyakarta tanggal 21 Agustus 2010 (M 5,0 SR), 3 September 2010 (M 5.0 SR), 11Oktober 2010 (M 3.9 SR), 28 Oktober 2010 (M 4.0 SR), dan 28 Oktober 2010 (M 3,2 SR). Seluruh peristiwa gempabumi ini memiliki episetrum di selatan Merapi tepatnya di sebelah timur Sesar Opak. Selain gempabumi yang bersumber di selatan Merapi, juga terdapat peristiwa gempabumi di utara Merapi, yaitu Gempabumi Magelang tanggal 2 September  (M 3,1 SR). Gempabumi ini dirasakan hingga Salatiga, Ambarawa, Banyubiru dan Ungaran.
Berdasarkan catatan sejarah kegempaan Jawa, daerah Yogyakarta memang sering mengalami gempabumi merusak dan dirasakan hingga beberapa kali, yaitu pada tahun 1840 (terjadi tsunami), 1859 (terjadi tsunami), 1867 (5 orang tewas, 372 rumah roboh), 1875 (V-VII MMI, terjadi kerusakan di Bantul), 1937 (VII-IX MMI, 2.200 rumah roboh), 1943 (250 orang tewas, 28.000 rumah roboh), 1957 (VI MMI), 1981 (VII MMI, terjadi kerusakan di Bantul), 1992 (V MMI), 2001 (V MMI), 2004 (V MMI), dan 2006 (VII-IX MMI, 6.000 orang tewas). Dari seluruh peristiwa gempabumi ini seluruhnya memiliki episentrum yang relatif berdekatan dengan Merapi. Jika menilik waktu terjadinya gempabumi, diantaranya memang bersamaan dengan waktu meningkatnya aktivitas Merapi.
Meningkatnya kegiatan erupsi Merapi merupakan bagian dari  rangkaian kegiatan tektonik. Menurut teori tektonik global, seluruh peristiwa kebumian di atas dapat dijelaskan. Permukaan bumi ini tersusun atas beberapa lempeng tektonik, baik lempeng samudera maupun lempeng benua. Pada batas pertemuan lempeng ini sarat dengan cerminan peristiwa tektonik: jalur gunungapi, sesar aktif, dan sebaran episentrum gempabumi. Begitu juga dengan terjadinya peristiwa kebumian di Daerah Yogyakarta, dimana pelepasan stress batuan secara tiba-tiba di bidang kontak antar lempeng dan zona sesar menyebabkan gempabumi. Tingginya tingkat seismisitas di sekitar Merapi yang sedemikian rupa telah menyebabkan perubahan massa kerak bumi bawah permukaan dalam pengaruh panas hingga mampu menggiatkan aktivitas Merapi.
Jika aktivitas vulkanisme merupakan bagian rangkaian kegiatan tektonik, maka kita dapat mengatakan bahwa tingginya aktivitas Merapi tidak lepas dari pengaruh tingginya kegiatan seismik di zona ini. Data seismisitas bulanan dan catatan sejarah kegempaan Yogyakarta di atas kiranya sudah cukup mebuktikannya. Keberadaan dapur magma Merapi yang berdekatan dengan zona-zona sumber gempabumi, menyebabkan fluida di dapur magma Merapi menjadi labil karena terus menerus mendapatkan pukulan dan tekanan dari getaran gempabumi yang kerap kali terjadi dari pusat-pusat gempabumi di sekitarnya. Magma yang secara terus menerus mendapat tekanan ini akan menyebabkan dapur magma menjadi penuh dan bergerak naik. Magma baru yang naik ke permukaan ini akan memicu lebih banyak lagi magma yang naik ke atas sehingga Merapi menjadi kian aktif. Berdasarkan beberapa hal tersebut akhirnya dapat kita simpulkan bahwa tingginya tingkat aktivitas Merapi salah satunya adalah disebabkan oleh karena lokasinya yang terletak di zona seismik aktif  dan sering terjadi gempabumi. Melihat fakta tektonik dan seismisitas Yogyakarta yang sedemikian rupa, maka hingga sampai kapanpun Merapi akan tetap menjadi gunungapi paling aktif di dunia.
Kronologis Letusan 2006 dan 2010
1.   tahun 2006
Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.
Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik – artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi.
1 Juni, Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini.
8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09:03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09:40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman.
2.  tahun 2010
20 September, Status Gunung Merapi dinaikkan dari Normal menjadi Waspada oleh BPPTK Yogyakarta. 21 Oktober, Status berubah menjadi Siaga pada pukul 18.00 WIB. 25 Oktober, BPPTK Yogyakarta meningkatkan status Gunung Merapi menjadi Awas pada pukul 06.00 WIB. 26 Oktober, Gunung Merapi memasuki tahap erupsi. Menurut laporan BPPTKA, letusan terjadi sekitar pukul 17.02 WIB. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan diiringi keluarnya awan panas setinggi 1,5 meter yang mengarah ke Kaliadem, Kepuharjo. Letusan ini menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km. 27 Oktober, Gunung Merapi pun meletus. Dari sekian lama penelitian gunung teraktif di dunia ini pun meletus. 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan Lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB
About these ads

November 13, 2010 - Posted by | Informasi

2 Comments »

  1. itu sangat menarik untuk dibaca. Saya ingin mengutip posting Anda di blog saya. Hal ini dapat? Dan Anda et account di Twitter?

    Comment by Forex Robots | December 4, 2010 | Reply

    • ok silakan

      Comment by c2h6 | December 5, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: